|
Anak Masuk Islam Keranana sering berhubungan dengan Ustaz, Christin merasa sudah meraih ketenangan batin yang selama ini ia cari. Lantas, tertarikkah Christin pada Islam? "Waktu itu saya hanya mencari ketenangan, bagaimana pun caranya. Dalam agama kristian saya tidak berhasil mendapatkan ketenangan di kala jiwa saya kalut, keluarga pun hampir berpecah," jawabnya ringkas. "Selelah kamu masuk Islam apa yang kamu rasakan?" tanya Christin. Mendengar itu, spontan hatinya berkata, "Sebelum anak saya ke pusat pengajian pondok, saya harus memeluk Islam. Kata hati itulah yang kemudian saya sampaikan pada Ustaz. Saya tidak mahu anak saya jalan sendiri. Terlebih saat dia mengatakan, solat membuat hatinya tenang dan merasakan kenikmatan tersendiri. Itu berarti, anak saya telah meraih kenyamanan. Bila memang demikian, saya harus ikuti jejaknya," aku Cristin. Tepat 29 Februari 2004 lalu, Christin bersama anak bungsunya Andreas Calvin (kelas VI SD) secara rasmi menjadi Muslimah. Di Masjid Al Jabbar, Jatibening Estate, ia mengucapkan syahadat dibimbing Ustaz Iriansyah. "Setelah saya masuk Islam, saya bertekad untuk mampu solat lima waktu. Meski solat saya masih sebatas gerak, dan belum boleh bahasa Arab, saya akan terus belajar. Bagi saya, solat adalah kunci kehidupan, di samping membuat hati saya menjadi tenang." Suami Insaf Berjalan tiga bulan, sang suami minta didoain dan diajarkan shalat. Mendengar itu Christin terkejut seraya tersenyum kecil. "Inikah pertanda hidayah baginya? Oh, ternyata diam-diam suami saya suka memperhatikan saya solat. la seperti melihat cahaya terang di sekitar wajah saya. Maklum, suarni saya pernah belajar ilmu kebatinan, sehingga ia boleh membezakan cahaya biasa dengan cahaya ilahi. Singkat cerita, suami saya minta disyahadatkan oleh Ustaz Iriansyah. "Selama 18 tahun, rasanya saya baru mengenal suami saya belakangan ini, terutama sejak ia masuk Islam. Akhlaknya hari demi hari semakin baik,': tutur Christin Siti Khadijah bahagia. |